Langsung ke konten utama

KONSTITUSI DI INDONESIA

Konstitusi di Indonesia

Kebanyakan negara menganut konstitusionalisme. Konstitusionalisme adalah paham yang berpendapat bahwa kekuasaan penguasa harus dibatasi oleh hukum. Hukum tersebut bisa tertulis, bisa pula tidak tertulis.

Lazimnya, konstitusi tersebut dituangkan dalam bentuk hukum tertulis, yang disebut Undang-Undang Dasar.

Secara umum, isi konstitusi memuat lima persoalan pokok kenegaraan, yaitu :
1. Pernyataan luhur,
2. Struktur organisasi negara,
3. Jaminan dan perlindungan HAM,
4. Prosedur perubahan konstitusi, dan
5. Larangan perubahan tertentu.

Ada beberapa konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia, yaitu :
1. Undang Undang Dasar (UUD) 1945 (Konstitusi I),
2. Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) 1949,
3. Undang Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950, dan
4. Undang Undang Dasar (UUD) 1945 (Amandemen).

Ada penyimpangan dalam pelaksanaan keempat konstitusi yang pernah berlaku berlaku di Indonesia. Penyimpangan konstitusi paling parah terjadi pada masa berlakunya UUD 1945 (konstitusi I), baik pada masa pemerintah Orde Lama maupun Orde Baru.

Berbagai penyimpangan terhadap konstitusi di masa lalu menyadarkan bahwa konstitusi yang selama ini digunakan [UUD 1945 (konstitusi I)] mengandung kelemahan mendasar. Konstitusi tersebut tidak mampu :
1. Membatasi kekuasaan penguasa,
2. Melindungi hak asasi warga negara.
Beberapa kelemahan mendasar UUD 1945 (konstitusi I), antara lain meliputi :
a. Isi UUD 1945 terlalu singkat,
b. Beberapa ketentuan tidak jelas/kabur,
c. Memberi porsi kekuasaan terlalu besar kepada presiden,
d. Kurangnya jaminan hak asasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah Drama dina Basa Sunda

Naskah Drama Teu beda ti carpon atawa novel, naskah drama oge kaasup bagian tina karya sastra. Bedana teh dina cara nuliskeunana. Dina naskah drama mah eusi carita teh henteu diguluyurkeun kawas dina carpon atawa novel. Lamun ku urang ditengetan, dina naskah drama aya bagian-bagian anu geus matok, nyaeta : 1. Cacandraan.     Katerangan awal samemeh asup kana carita. Biasana mah pikeun ngagambarkeun suasana panggung. 2. Pertelaan para palaku.     Saha wae anu ngalalakon dina carita, katut rupa-rupa katerangan anu patali jeung palaku. 3. Katerangan adegan.     Pikeun ngagambarkeun suasana adegan, pamolah para palaku, atawa seting panggung. Ieu katerangan adegan teh biasana ditulis dina jero kurung. 4. Paguneman antara palaku anu patempas-tempas dina wangun kalimah langsung.     Jejer atawa tema, jalan carita, karakter palaku, suasana, jeung amanat dina carita teh diebrehkeunana dina paguneman. Bisa wae eta ucapa...

Musik Barat

SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK BARAT Zaman Kuno Sebelum ditemukan alat-alat musik, hampir seluruh karya musik hanya berbentuk melodi yang dinyanyikan dengan suara manusia sehingga zaman ini disebut zaman musik vokal. Ketika Paus Gregorious I menjabat sebagai pimpinan gereja, dimulailah penggunaan musik gregorian sebagai musik resmi gereja katholik. Ritme lagu-lagu Gregoria sangat fleksibel, hampir tidak ada tekanan. Zaman Renaisans Ciri-ciri karya-karya pada zaman renaisans : a. Media penyajian   Alat-alat musik yang digunakan antara lain mandolin, lute, haspicord, hord, clavichord, virginal, keyboard, cornet, dan organ pipa. b. Ritme   Hampir sebagian besar karya musik zaman renaisans ditandai dengan ketukan bertekanan berat. c. Melodi   Gerakan melidi pada zaman ini masih banyak menggunakan langkah-langkah pendek seperti yang digunakan oleh musik gregorian. d. Tekstur   Teksturnya berbentuk poliponik dengan susunan 4 suara atau lebih. Pada akhir abad ke-1...

IKLAN BARIS

Menulis Iklan Baris Iklan baris adalah ikalan kecil (singkat) yang terdiri atas beberapa baris saja dalam sebuah kolom. Dilihat dari tujuannya, iklan baris terdiri atas 4 jenis yaitu : 1. Iklan penawaran (jasa/barang) 2. Iklan pencarian 3. Iklan penjualan 4. Iklan lowongan pekerjaan Iklan baris biasanya ditulis dengan menggunakan bahasa yang objektif, jujur, singkat, dan jelas. Kata-kata yang dipilih menarik, sopan, dan logis, serta ungkapan-ungkapannya memikat (sugestif). Ada pun penulisannya menggunakan singkatan-singkatan pada bagian yang dipentingkan dengan menggunakan huruf kapital dan huruf kecil. Panjang penulisannya antara 3–5 baris. Oleh karena itu, agar dapat membaca teks iklan dengan baik dan benar, maka kita perlu mengetahui jenis iklan baris (berdasarkan tujuannya) dan memehami penggunaan singkatan-singkatan yang ada di dalam iklan baris. Contoh : Dijual segera HP Sega-Cell. Kondisi bagus dan masih garansi. Harga Rp.1.800.000,00 bisa nego. Hubungi 0815690**** ...